Home / Kegiatan / Setetes Darah Guru Genggong Untuk Bangsa

Setetes Darah Guru Genggong Untuk Bangsa

PROBOLINGGO-PANTURA7.com, Tenaga pendidik dibawah naungan Pesantren Zainul Hasan (PZH) Genggong, Desa Karangbong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, menyumbangkan darahnya dalam donor darah bertajuk ‘Setetes Darah Guru Untuk Bangsa‘, Kamis (12/9).

Aksi kemanusiaan yang baru pertama kali dilakukan di PZH Genggong ini digelar di gedung SMP Zainul Hasan 1. Tak hanya dewan guru, keluarga besar pesantren pun turut berpartisipasi mendonorkan darahnya.

Salah satu Pengasuh PZH Genggong KH. Moh Haris Damanhuri mengatakan, donor darah merupakan bentuk shodaqoh bagi bangsa. Indonesia jelasnya, membutuhkan 5,1 juta plastik, sementara yang tersedia saat ini baru 4,2 juta plastik darah.

“Donor darah ini juga bisa disebut sodaqoh yang menyehatkan, kita tidak tahu suatu saat nanti darah kita ini bisa menyelamatkan nyawa orang lain apa tidak,” kata Gus Haris, sapaan akrabnya.

Gus Alex diperiksa terlebih dahulu sebelum mendonorkan darahnya. (Foto : Moh Ahsan Faradies).

Pihaknya, jelas Gus Haris, sengaja memprioritaskan guru di lingkungan pesantren sebagai pendonor sekedar untuk pemerataan. “Setiap ada kegiatan donor darah, biasanya yang menjadi sasaran santri sementara guru jarang. Oleh karenanya,  kali ini sasaran utamanya para guru,” tuturnya.

Manfaat donor darah, lanjut Gus Haris, tidak hanya menyehatkan jiwa, melainkan banyak manfaat lain yang bisa dihasilkan dari donor darah. Misalnya mencegah penyakit dalam yang kemungkinannya sangat sulit untuk disembuhkan.

“Donor darah bisa menghindarkan kita dari penyakit jantung dan penyakit-penyakit pembuluh darah atau resiko kanker. Donor darah juga bisa dijadikan program untuk menguruskan badan, diet,” terang alumnus fakultas kedokteran ini.

Dalam donor darah hasil kerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Probolinggo ini, terlihat dua anggota keluarga besar pesantren PZH Genggong, KH. Moh. Hassan Ahsan Malik dan KH. Moh Hasan Maulana ikut menyumbangkan darahnya.

Meski tak mampu menyembunyikan rasa nyeri saat petugas medis menginjeksi jarum suntik, namun KH. Moh Hassan Ahsan Malik mengaku bersyukur. Bahkan ia mengajak para guru bercanda dan berfoto ria seusai mendonorkan darahnya.

“Alhamdulillah, saya bersyukur bisa ikut donor darah, karena saudara saya yang lain ada yang tidak bisa donor karena tensi darahnya rendah. Kalau saya sebelum kesini, sudah siap lahir batin dari rumah,” ucap kiai muda yang akrab dipanggil Gus Alex ini.

Sekedar informasi, dalam donor darah yang berlangsung sejak pukul 9.00 hingga 12.00 Wib ini panitia berhasil mengumpulkan sedikitnya 55 kantong darah berbagai jenis. (*)

Penulis : Moh Ahsan Faradies

Editor : Efendi Muhammad

Sumber : www.pantura7.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *